Senin, 27 Juli 2015

Tomodachi de Irareru mo (Kita Hanya Berteman Saja)

Maaf, hanya melampiaskan kegelisahan saja...

******

Di malam yang dingin, aku memikirkan sesuatu.
Bodohnya, aku tidak tahu apa yang kupikirkan.
Apakah aku memikirkanmu?
Kalau iya, apa yang terlintas di benakmu untuk menghantui pikiranku ini?
Kalau tidak, mengapa engkau terdampar di benakku yang kosong ini?

Aku benar-benar tidak mengerti.
Apakah aku mengagumimu?
Mengagumimu lebih jauh?

Akhir-akhir ini, aku merasa dirimu begitu berarti.
Engkau menyemangatiku secara tak langsung.
Engkau membuatku ceria.
Membuatku kuat di saat aku ditusuk dari belakangku.
Tapi...
Engkau juga membuatku menumpahkan air mataku?!

Aku tahu...

Aku bukan siapa-siapa.
Tidak ada hubungan apapun denganmu selain teman.
Tapi tak ada penyesalan di diriku.
Yeah...
Aku tak menyesal karena telah mengenalmu.
Tetaplah seperti ini...
Aku sudah terlanjur nyaman.
Nyaman karena bersamamu.
Tetaplah berteman denganku...

Selasa, 21 Juli 2015

Menggapai Mimpi

Ini puisiku yang awalnya mau dijadikan bahan lomba mading waktu SMP, tapi tidak jadi dipakai. Sekarang aku menulis ulang puisi ini dengan beberapa perubahan.

******

Ketika asa terbentang luas
Semangat menggapai mimpi
Terus bergejolak
Kerikil dan rintangan
Harus ku hadapi
Demi mimpi yang mulia

Harapan yang besar selalu membayangi
Dukungan orang tua tersayang
Membuatku makin tegar
Pahit dan getirnya hidup
Ku jalani dengan ikhlas
Usaha dan tawakal
Menjadi penguat tekad

Tak peduli ketakutan menghadang
Kekecewaan meradang
Maju dan maju terus
Itulah prinsip hidupku
Menggapai kejayaan yang abadi
Kejayaan yang berasal dari mimpi

******
Ingin copy?! Minta izin... Jangan asal menjiplak...